| Nama Merek: | AILE |
| Nomor Model: | 1ml |
| Jumlah Pesanan Minimum: | 20.000 Potongan |
| harga: | dapat dinegosiasikan |
| Ketentuan Pembayaran: | L/C, T/T |
| Kemampuan Penyediaan: | 100000 PC / Bulan |
Di bidang diagnostik, pengujian alergi, dan pengiriman obat presisi, akurasi bukan sekadar pilihan—ini adalah kebutuhan klinis. Spuit Tuberkulin Sekali Pakai Medis (1ml) kami dirancang khusus untuk memenuhi tuntutan ketat injeksi intradermal, skrining tuberkulosis (TB), dan pemberian obat dosis rendah. Diproduksi dengan standar medis tertinggi, spuit ini memberikan keamanan steril, bebas pirogen dan akurasi dosis tanpa kompromi pada setiap penggunaan.
Dirancang untuk profesional kesehatan yang membutuhkan kontrol halus, spuit 1ml ini memiliki tabung ramping dan jarum halus, memungkinkan penempatan cairan yang tepat tepat di bawah permukaan kulit. Baik Anda memberikan tes PPD (Purified Protein Derivative) untuk TB, melakukan panel alergi, atau memberikan vaksin volume kecil, spuit ini memastikan bahwa dosis yang dimaksudkan diberikan persis seperti yang dipesan.
Fitur dan Manfaat Utama
1. Dirancang Presisi untuk Dosis Akurat
Ciri khas spuit tuberkulin berkualitas adalah kemampuannya mengukur volume kecil dengan akurasi mutlak. Spuit kami memiliki:
Graduasi Jelas dan Tebal: Tabung ditandai dengan skala hitam yang mudah dibaca dan kontras tinggi dalam kenaikan 0,01ml (10µl) dan 0,1ml. Ini memungkinkan penyesuaian halus dan pengukuran akurat dosis yang sangat kecil, yang sangat penting ketika perbedaan sekecil satu mikroliter dapat mengubah hasil tes.
Desain Tabung Ramping: Diameter tabung yang sempit meminimalkan jarak antara tanda graduasi, sehingga lebih mudah untuk memvisualisasikan dan menarik volume yang tepat tanpa kesalahan paralaks.
2. Steril dan Bebas Pirogen – Keamanan Terjamin
Keselamatan pasien dimulai dengan alat yang bersih. Setiap spuit:
Disterilkan Secara Individual: Diproses menggunakan metode sterilisasi yang divalidasi (biasanya Etilen Oksida atau iradiasi Gamma) untuk memastikan Tingkat Jaminan Sterilitas (SAL) 10⁻⁶.
Bebas Pirogen: Diuji dan disertifikasi bebas dari zat penyebab demam (endotoksin). Ini penting untuk penggunaan intradermal dan intravitreal, di mana pirogen dapat menyebabkan reaksi inflamasi yang parah.
Disegel Secara Individual: Dikemas dalam kemasan blister yang dapat dibuka dengan cara dikupas untuk menjaga sterilitas hingga saat penggunaan yang tepat, mencegah kontaminasi silang di lingkungan klinis yang sibuk.
3. Bahan Kelas Medis untuk Keandalan
Terbuat dari polipropilena dan polietilena kelas medis berkualitas tinggi, spuit ini menawarkan:
Biokompatibilitas: Bahan tidak beracun dan tidak mengiritasi, aman untuk kontak dengan kulit dan jaringan.
Konstruksi Bebas Lateks: Diproduksi sepenuhnya tanpa lateks karet alam, membuatnya aman bagi pasien dan tenaga kesehatan dengan alergi lateks.
Daya Tahan: Tabung cukup kuat untuk menahan tekanan yang diperlukan untuk injeksi intradermal tanpa retak atau bocor.
4. Ruang Mati Rendah untuk Efisiensi Maksimal
Spuit memiliki desain ruang mati rendah, seringkali dengan hub jarum terintegrasi atau terpasang erat. Ini memastikan bahwa:
Limbah Minimal: Hampir semua obat yang ditarik diberikan ke pasien, yang sangat penting saat bekerja dengan bahan biologis yang mahal atau langka seperti antigen tuberkulin.
Akurasi Dosis: Mengurangi risiko dosis rendah karena cairan tertahan di hub.
5. Aksi Piston Halus dan Jarum Halus
Piston Gesekan Rendah: Piston berlapis silikon meluncur mulus di dalam tabung, memungkinkan tekanan injeksi yang terkontrol dan stabil. Ini sangat penting untuk menimbulkan "wheal" (lepuh kecil) khas yang diperlukan untuk tes intradermal yang valid.
Jarum Ukuran Halus: Biasanya dilengkapi dengan jarum ultra-tipis 26G hingga 27G, dirancang untuk meminimalkan ketidaknyamanan pasien sambil memberikan ketajaman yang diperlukan untuk menembus lapisan kulit superfisial dengan bersih.
6. Identifikasi Ujung yang Mudah
Spuit memiliki ujung Luer Slip standar, memastikan pemasangan gesekan yang aman dengan jarum yang terpasang (jika ada) atau memungkinkan pemasangan mudah jarum berukuran kecil lainnya jika diperlukan.
Spesifikasi Produk
| Fitur | Detail |
|---|---|
| Kapasitas | 1ml |
| Graduasi | kenaikan 0,01ml dan 0,1ml |
| Jenis Ujung | Luer Slip (Taper Standar) |
| Sterilitas | Steril (SAL 10⁻⁶) |
| Pirogenisitas | Bebas Pirogen (Bebas Endotoksin) |
| Kandungan Lateks | Bebas Lateks |
| Bahan Utama | Polipropilena Kelas Medis |
| Kemasan | Disegel Blister Individual |
| Penggunaan yang Dituju | Hanya sekali pakai. Jangan gunakan kembali atau sterilkan kembali. |
Aplikasi dan Pengguna Target
Fleksibilitas spuit tuberkulin 1ml menjadikannya alat yang sangat diperlukan di berbagai spesialisasi medis:
1. Skrining Tuberkulosis (TB) (Tes PPD)
Penggunaan Utama: Aplikasi paling umum adalah tes kulit tuberkulin Mantoux. Jarum halus dan dosis yang tepat memungkinkan injeksi intradermal tepat 0,1ml tuberkulin PPD, menciptakan wheal yang diperlukan untuk pembacaan yang akurat 48-72 jam kemudian.
2. Pengujian Alergi dan Imunoterapi
Panel Alergi: Digunakan oleh ahli alergi untuk menyuntikkan sejumlah kecil alergen secara intradermal untuk menguji sensitivitas.
Pengenceran: Ideal untuk membuat dan memberikan pengenceran serial alergen selama terapi desensitisasi.
3. Perawatan Pediatrik dan Neonatal
Vaksin Volume Kecil: Sempurna untuk memberikan vaksin volume kecil kepada bayi dan anak-anak di mana spuit 3ml standar akan terlalu besar dan tidak akurat.
Pemberian Obat: Digunakan untuk memberikan mikro-dosis obat penting yang tepat kepada pasien dengan berat badan rendah.
4. Dermatologi dan Prosedur Kosmetik
Injeksi Intralesi: Digunakan oleh dokter kulit untuk menyuntikkan agen terapeutik langsung ke lesi kulit kecil.
Injeksi Presisi Volume Kecil: Cocok untuk teknik injeksi mikro-droplet yang tepat dalam kedokteran estetika.
5. Laboratorium dan Penelitian
Pengenceran Serial: Penting bagi teknisi laboratorium yang melakukan pengenceran reagen atau sampel yang tepat.
Pengujian Hewan: Digunakan untuk memberikan volume kecil kepada hewan laboratorium (tikus, mencit) dalam pengaturan penelitian.
6. Manajemen Nyeri dan Anestesi Lokal
Blok Saraf: Digunakan untuk memberikan volume anestesi yang kecil dan tepat untuk blok saraf terlokalisasi.
Prosedur Bedah Minor: Ideal untuk menyuntikkan anestesi sebelum sayatan kecil atau biopsi.